Panduan dan ketentuan

Semua aturan
OSEBI 2027.

Jadwal, persyaratan peserta, biaya, ketentuan teknis setiap cabang lomba, dan penghargaan.

Grand Final 28–31 Januari 2027

Lokasi Jakarta

Cabang 9 lomba

Agenda

Jadwal lengkap 2026 — 2027

  1. 15 Juli 2026

    Pendaftaran dibuka

    Registrasi peserta dibuka daring melalui osebi.competzy.com. Pilih cabang lomba dan jenjang pendidikan, lengkapi data diri dan sekolah.

  2. 15 Oktober 2026

    Pendaftaran ditutup

    Batas akhir pendaftaran peserta. Pastikan seluruh berkas dan pembayaran sudah dilengkapi sebelum tanggal ini.

  3. 17 Oktober 2026

    Batas pengumpulan karyaTenggat

    Tenggat terakhir unggah video penampilan atau karya lomba sesuai cabang yang dipilih.

  4. 20–31 Oktober 2026

    Proses seleksi

    Dewan juri menyeleksi seluruh karya yang masuk dari setiap cabang lomba.

  5. 22–23 Oktober 2026

    UKBI

    Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia resmi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen RI. Wajib diikuti seluruh peserta.

  6. 7 November 2026

    Pengumuman finalis

    Panitia mengumumkan daftar peserta yang lolos ke babak final. Finalis wajib melakukan pendaftaran ulang sesuai jadwal.

  7. 7–21 November 2026

    Pendaftaran ulang finalis

    Finalis melakukan pendaftaran ulang dan melunasi biaya final. Berlaku juga untuk pendamping dan pembimbing.

  8. 14 Januari 2027

    Tenggat berkas finalTenggat

    Batas akhir pengunggahan berkas dan kelengkapan sebelum pelaksanaan Grand Final.

  9. 28 Januari 2027

    Persiapan final

    Hari persiapan dan gladi bersih. Finalis tiba di Jakarta dan melakukan orientasi venue.

  10. 29 Januari 2027

    Grand Final OSEBI 2027

    Babak final luring di Jakarta. Seluruh finalis tampil di hadapan dewan juri nasional.

  11. 30 Januari 2027

    Penutupan dan penghargaan

    Malam penganugerahan pemenang. Penyerahan medali, tabungan pendidikan, dan sertifikat kepada seluruh finalis.

  12. 31 Januari 2027

    Fun trip

    Wisata edukatif bersama seluruh finalis dan pembimbing sebagai penutup rangkaian. Sudah termasuk dalam biaya final.

Ketentuan umum

Persyaratan peserta

  1. 01

    Warga Negara Indonesia yang aktif terdaftar di sekolah formal di Indonesia — bukan sanggar seni atau lembaga non-sekolah.

  2. 02

    Aktif menempuh pendidikan jenjang SD hingga SMA atau sederajat (MI, MTs, MA, SMK, dan lainnya) pada tahun ajaran 2026/2027.

  3. 03

    Peserta yang pernah menjadi juara (tiga besar) OSEBI pada tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lomba tahun ini.

  4. 04

    Satu sekolah diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu peserta untuk setiap cabang lomba.

  5. 05

    Setiap cabang meloloskan 10 finalis per kategori jenjang ke Grand Final; tiga di antaranya berhak atas gelar Juara 1, 2, dan 3.

  6. 06

    Pendaftaran dilakukan daring melalui osebi.competzy.com. Seluruh berkas dan pembayaran diselesaikan melalui platform tersebut.

Biaya

Pendaftaran dan final

Tahap penyisihan · daring

Menyanyi Solo, Membaca Puisi, Menulis Cerpen, Menulis Esai, Mendongeng, Ilustrasi Dongeng, Poster Digital, Monolog
Rp175.000per orang
Tari Kreasi Nusantara
Rp250.000per tim

Sudah termasuk

  • Sertifikat elektronik lomba
  • Sertifikat UKBI
  • Berlaku untuk peserta dan pembimbing

Babak Final · Jakarta · Januari 2027

Biaya Babak Final akan diinformasikan setelah pengumuman peserta yang lolos ke Babak Final.

Sebagai gambaran, berikut adalah biaya Babak Final OSEBI tahun sebelumnya:

Finalis
Rp1.700.000per peserta
Tim Tari Kreasi Nusantara
Rp5.500.000per tim
Pembimbing atau pendamping
Rp500.000per orang

Harga di atas merupakan biaya penyelenggaraan tahun sebelumnya dan dapat berbeda pada penyelenggaraan tahun ini.

Sudah termasuk

  • Merchandise kit
  • Konsumsi selama acara
  • Pelatihan dan workshop
  • Sertifikat
  • Akomodasi
  • Fun trip

Ketentuan teknis

Sembilan cabang lomba

Pilih cabang untuk membaca ketentuan dan kriteria penilaiannya.

  • SD kelas 4–6
  • SMP
  • SMA
  • Penyisihan daring

Kompetisi ini merupakan ajang perlombaan menyanyi tunggal (solo) yang menampilkan kemampuan vokal individu dalam membawakan lagu dengan teknik, penghayatan, dan penjiwaan.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat sekolah:
    1. SD (kelas 4–6) atau sederajat
    2. SMP atau sederajat
    3. SMA atau sederajat
  3. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
  4. Peserta yang telah menjadi juara (3 besar) pada lomba tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lomba tahun ini.
  5. Lagu pada babak penyisihan dipilih dari daftar lagu yang sudah ditetapkan panitia (lagu pop).
  6. Ketentuan pembuatan video penampilan:
    1. Direkam secara langsung (tanpa dubbing) dalam format audio visual.
    2. Mode rekaman landscape (16:9), resolusi minimal 720p.
    3. Menampilkan suara asli peserta dengan kualitas jernih, tanpa proses editing, tanpa jasa rekaman studio, dan tidak sedang digunakan untuk lomba lain.
    4. Perekaman dilakukan dalam ruangan yang tenang, bebas dari kebisingan, dengan jarak yang memungkinkan suara terekam jelas.
    5. Posisi kamera di depan peserta dan menampilkan seluruh tubuh agar gesture dapat terlihat.
    6. Latar belakang polos dengan pencahayaan terang (tidak redup).
    7. Rekaman dilakukan sekali ambil (tanpa pengulangan antara vokal dan visual).
    8. Peserta wajib menggunakan musik pengiring (live musik, MP3 karaoke, atau MIDI). Volume musik pengiring harus seimbang dan tidak menutupi suara vokal.
    9. Durasi penampilan maksimal 7 menit untuk satu lagu.
    10. Tidak diperkenankan menggunakan mikrofon (baik handycam, clip on, condenser, headset, dan sejenisnya).
    11. Pakaian peserta harus rapi dan sopan sesuai kebutuhan penampilan.
  7. Untuk final akan diambil 10 peserta, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3.
  8. Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta (tidak diperkenankan menggunakan Google Drive, atau penyimpanan sejenisnya), kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  9. Judul dan nama berkas video harus menggunakan format: OSEBI 2027 - Nama Peserta - Judul Lagu (penyanyi asli)

Kriteria penilaian

Kualitas vokal
Penjiwaan
Teknik menyanyi
Improvisasi
Penampilan
Kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI)
  • SD kelas 4–6
  • SMP
  • SMA
  • Penyisihan daring

Kegiatan ini melombakan penampilan baca puisi secara perseorangan dengan naskah wajib yang telah ditetapkan panitia. Tujuannya, peserta mampu menampilkan puisi tersebut dengan penghayatan dan pemaknaan yang mendalam, sebagai wujud apresiasi terhadap karya penyair sekaligus penyampaian pesan yang terkandung di dalamnya.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat sekolah:
    1. SD (kelas 4–6) atau sederajat
    2. SMP atau sederajat
    3. SMA atau sederajat
  3. Jenis penampilannya berupa baca puisi (membaca naskah) atau deklamasi puisi.
  4. Materi puisi: puisi karya sastrawan Indonesia yang sudah ditentukan panitia (lampiran).
  5. Aturan pembuatan video penampilan:
    1. Video direkam dengan menampilkan seluruh ekspresi dan gestur peserta.
    2. Pengambilan video hanya dari tampak depan atau satu sudut.
    3. Dilakukan dengan cara sekali rekam tanpa digital editing (dubbing, penambahan tulisan/logo sekolah, penambahan audio).
    4. Mode video landscape (16:9) dengan resolusi minimal 720p.
    5. Suara penampilan harus jelas (kualitas suara baik) dan tidak terganggu oleh suara lain.
    6. Peserta dilarang menggunakan mikrofon.
    7. Video bersifat orisinal dan terbaru, belum pernah dipublikasikan atau digunakan dalam lomba lain.
    8. Pakaian atau kostum peserta pada babak penyisihan berupa batik (bukan seragam sekolah) yang sopan dan rapi.
    9. Waktu yang disediakan untuk menampilkan puisi dalam format video berdurasi maksimal 7 menit.
    10. Sebelum membacakan puisi, peserta wajib menyebutkan secara lisan di awal video (dalam rekaman yang sama, bukan tambahan editan): nama lengkap, asal sekolah, "OSEBI 2027", dan kategori jenjang. Contoh: "Saya [nama], dari [asal sekolah], peserta OSEBI 2027, kategori [SD/SMP/SMA]."
  6. Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  7. Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 – Nama – Asal Sekolah – Kategori. Pada deskripsi di YouTube tambahkan format di atas dengan judul puisi yang dibawakan dan penciptanya.
  8. Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Kriteria penilaian

Teknik membaca (kejelasan artikulasi dan ketepatan intonasi)
Vokal (kesesuaian warna suara dengan puisi yang dibawakan)
Gestur dan ekspresi (ketepatan mimik, gerak tubuh, dan kesesuaian dengan makna puisi)
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia

Daftar puisi

SD kelas 4–6

  1. Kutegur wajahku
    Yakinlah: ini bukan lukisan Nashar
    Perahu bergerak,
    berlayar.

    Mengabur tepi—damailah kegaduhan.
    Angin lewat, berdesir
    Dan sepi atas pasir.

    Pantai
    Laut
    Ombak
    Cagar Alam
    Inilah Pangandaran.
    Siapa berani berenang
    sampai Cijulang?

    Debur ombak—mengamuklah sepi
    Jejak-jejak kaki yang basah
    Telah lama musnah.

    Unduh naskah (PDF)
  2. Kukenal duniamu yang lembut
    ialah pantai subuh hari yang sayup
    di atasnya fajar, menunggu di balik kabut

    Dari pantaimu adakah kau tahu
    akulah perahu
    layar putih yang gemetar mengelana di laut
    dalam kabut

    Sepi di laut dan sendiri
    aku mengelana dan menanti
    saat fajar mekar jadi matahari
    hingga hilang di kabut
    dan aku ke pantaimu merapat berpaut

    Unduh naskah (PDF)
  3. Di danau ini
    anak-anak alam
    beterjunan
    dan berkejaran
    sepuas hati.

    Di danau ini
    gerak-gerak alam
    berkejaran
    dan bersahutan
    seindah puisi.

    Di danau ini
    gema suara alam
    bersahutan
    dan bersalaman
    dalam hatiku

    Unduh naskah (PDF)
  4. Gagak hitam
    terbang malam
    sayapnya mengembang
    di udara lengang

    Merah dan bringas matanya
    tapi tiada bulan buat ditatapnya
    jalur-jalur caya
    betapa dirindukannya

    Dosa apakah yang memberati tubuhnya?
    Lidah terjulur dan nafasnya pengap-pengap
    Ya, siapakah yang telah mengutuknya?

    Gagak hitam
    terbang malam
    Ketika berteriak—
    serak
    suaranya dipantulkan dinding sepi
    masuk telinganya sendiri

    Unduh naskah (PDF)
  5. Antara seribu gunung menjulang seribu rindu
    Menghidupkan cinta di lima benua

    Beribu bunga kuncup, mekar dan gugur
    Dan pohon-pohon tak berdaun di sana
    Di sini hutan-hutan menjulang
    Menghadang cakrawala yang kian sayup

    Dan di sini aku pada hari ini terbenam
    Dilulur rindu yang tertahan
    Dalam hari-hari yang lengang
    Dari cintaku yang dihangatkan rindu
    Antara seribu gunung
    Menjulang.

    Unduh naskah (PDF)
  6. Menuju kota impian
    Aku menumpang kereta azan
    Berdzikir sepanjang jalan dan bertakbir
    Pada tiap Stasiun perhentian

    Pernahkah kau pedulikan peluit kereta azan
    Saat kereta tiba dan berangkat ke Stasiun berikutnya
    Ketika pagi tiba, mungkin kau masih lena bermimpi
    Di balik selimut tebal yang menyenyakkan
    Kau sia-siakan kereta azan
    Yang menjemputmu ke kota tujuan

    Pada Stasiun subuh azan menebar hikmah Fajar
    Pada Stasiun dzuhur azan menebar hikmah keberadaan
    Pada Stasiun ashar azan menebar hikmah perjuangan
    Pada Stasiun magrib azan menebar hikmah kemuliaan
    Pada stasiun isya azan menebar hikmah kepasrahan

    Burung-burung mengepak mengikuti suara azan
    Kupu-kupu menari dalam irama kumandang adzan
    Angin musim bertiup mengusap kereta azan
    Pohon-pohon menari dalam irama kereta azan

    Siapa yang tertinggal kereta azan
    Akan tertangkup hidupnya dalam kegelapan
    Tersuruk dalam habitat terendah kehidupan
    Siapa tak mengenal peluit kereta azan
    Akan mendengarnya bagai auman menakutkan
    Padahal itu panggilan paling sempurna
    Yang mengajak pada kebahagiaan

    2018

    Unduh naskah (PDF)
  7. Burung dara di ranting kering
    mengelus kilau bulunya
    awan di atas seperti terbaring
    merenung arah tujunya

    burung dara melepas pandang
    arah mana angin matinya
    kalau sekali daun bergoyang
    ia rindu akan jantannya

    alangkah sunyi langit senja
    dijaring sinar mentari tua
    ujung hari betapa dukanya

    alangkah sunyi hati menanti
    dijaring rindu seorang diri
    ujung usia kian menepi

    Unduh naskah (PDF)
  8. waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku
    di belakang
    aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang
    di depan
    aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
    yang telah menciptakan bayang-bayang
    aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
    yang harus berjalan di depan

    Unduh naskah (PDF)
  9. Senja musim hujan yang beku
    Akan mengalir ke manakah angin
    Selagi semua gapura malam tertutup
    Bulan hanyut seperti perahu-perahu nelayan di laut dalam?
    Dan kembali gerimis yang lebat
    Bergerak dalam udara yang garang
    Tapi di manakah pohon-pohon
    Menggugurkan daun-daunnya yang penyap?
    Dan ke manakah burung-burung
    Yang gelisah, tak berumah, tak menyerah
    Pada gelap dan dingin yang bakal
    Merontokkan bulu-bulunya?
    Bertarung dan menggerutu
    Menghentakkan sayapnya yang kejang

    Dan akal jadi apa
    Bintang-bintang yang tinggal dalam sepi rimba
    Di luas angkasa?

    Unduh naskah (PDF)
  10. Apatah Dunia bagiku? Mungkin sebuah
    rumah untuk sebentar waktu. Atau mungkin suatu
    daerah pengembaraan asing
    Tak ada rumahku, rumah kita. Kita baru bakal masuk ke sana

    Dan kebahagiaanku tiada lain
    Selain mencintai rumah ini, mencintai kau
    penghuninya. Moga-moga aku betah terus
    di sini, sesampai waktu

    Sedangkan penderitaanku adalah kecemasan seorang
    anak tersesat. Atau kecemasan pengembara yang menyandang kutuk
    Berjalan dalam kabut
    entah ke Kampung Halaman, entah ke Tempat Buangan

    Unduh naskah (PDF)

SMP dan SMA

  1. sebatang pohon jati tua yang perkasa
    tak kuasa menahan air matanya ketika
    pohon-pohon di dekatnya kembali tiada
    melepas jiwanya pada daun-daun mangga
    ia tahu telah beribu pohon mendahuluinya
    meninggalkan duka yang tak tercatat
    pada berita-berita koran kota

    di balik wajah-wajah yang putus asa
    ia saksikan kepul asap yang terus mengudara
    dan lumpur Lapindo yang terus menyembur
    menenggelamkan apa saja. Mungkin juga
    kota-kota di sekitarnya. Ia saksikan
    masjid yang tinggal tampak menaranya
    dan ribuan rumah yang terkubur luapannya

    ia saksikan ribuan anak zaman yang direnggut
    mimpi-mimpi indahnya. terusir dari kegembiraan
    masa kecil mereka. ia saksikan
    orang-orang menanggul lumpur
    tapi tak kuasa menahan
    rembesan racunnya

    sebatang pohon jati tua yang perkasa
    mulai menjalani hari-hari Samsara
    karena racun lumpur mulai meresap
    ke batang tubuhnya ia tinggal menunggu
    saat tubuhnya layu dan menyusul
    pohon-pohon lain terkubur waktu

    2011/2018

    Unduh naskah (PDF)
  2. kalau aku Merantau lalu datang musim kemarau
    sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
    hanya mata air air matamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

    bila aku Merantau
    sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
    di hati ada Mayang Siwalan memutihkan sari-sari Kerinduan
    lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

    ibu adalah gua pertapaanku
    dan ibu lah yang meletakkan aku di sini
    saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
    ibu menunjuk ke langit kemudian ke bumi
    aku mengangguk meskipun kurang mengerti

    bila kasihmu ibarat Samudra
    sempit lautan teduh
    tempatku mandi mencuci mulut pada diri
    tempatku berlayar menebar pukat dan melempar sauh
    lokan lokan mutiara dan kembang laut semua bagiku
    kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
    namamu Ibu yang kan kusebut paling dahulu
    lantaran aku tahu
    engkau ibu dan aku anakmu

    bila aku berlayar lalu datang angin sakal
    Tuhan yang Ibu Tunjukkan telah kukenal
    ibulah itu bidadari yang berselendang Bianglala
    sesekali datang padaku
    menyuruhku menulis langit biru
    dengan sajakku

    1966

    Unduh naskah (PDF)
  3. Namaku Indonesia lahir dari daratan dan lautan
    dengan aroma udara tropika
    aku selalu berteriak merdeka dan tak mau tak merdeka
    sudah berabad-abad tubuhku kerdil tertindih penjajahan
    ibarat darah yang habis dicecap lintah

    Aku lahir di antara gemerincing bambu runcing
    dan dentum meriam besar di antara darah yang
    bertumpah di mana-mana

    Panggil aku Indonesia jangan nama lainnya
    bangsaku bangsa yang berbangsa-bangsa
    bahasaku bahasa yang berbahasa-bahasa
    bahwa nama suku bagian dari tubuh jagat raya

    Akulah Indonesia
    yang terbangun dari mimpi buruk peradaban
    dan terdiri tegak di antara benua-benua
    yang menegakkan tiang bendera di mana saja
    aku berjalan melintasi zaman demi zaman
    memerdekakan diri dari krisis panjang ekonomi dan kemanusiaan
    memerdekakan diri dari segala yang menghimpit dan menyesakkan

    Aku merdekakan diri agar pandemi tak berkepanjangan
    agar anak-anak tetap menikmati udara yang jauh dari segala hama
    dan masa depan benar-benar merdeka di tangan mereka

    Karangjati Bantul, Agustus 2022

    Unduh naskah (PDF)
  4. “...hal-hal mengenai pemindahan kekoeasaan d..,
    diselenggarakan dengan tjara seksama
    dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” (1)

    Itu dulu
    ketika orangorang dengan bambu runcing
    meneriakkan kemerdekaan melawan mesiu
    ketika penjajahan mencengkeram
    selama berabadabad itu

    Dan sekarang harus ku ceritakan
    kepada anakanak
    agar mereka tahu
    bahwa semua
    bukan sekadar dongeng masa lalu
    sungguh, betapa mahalnya
    mengibarkan bendera di langit biru

    Maka,
    tak kubiarkan mereka dijajah waktu
    dan merobek negeri sendiri
    dengan cacimaki
    antara yang tinggal di pulau sana
    antara yang tinggal di pulau sini

    Aku ingin anakanak
    bernyanyi di halaman
    melukis keindahan
    di bawah langit yang sama
    sebagai sebuah ruang merdeka
    :
    satu
    yang beraneka

    Bantul, Yogyakarta, 2018
    Penggalan teks proklamasi

    Unduh naskah (PDF)
  5. ya akulah abdimu
    dari kandung leluhurku Aku telah lahir
    kubawa namanya dalam berkatmu
    di tengah hutan memancar kesegaran
    mata air yang berlinang

    dengan jari-jari perkasa
    kauhembuskan napasku
    dan kaualirkan darah
    dalam tubuhku yang mungil
    hingga sungai pun telah mengalir
    dan bocah-bocah yang berbaris di tebingnya
    bersorak gembira

    lalu ingin kupersembahkan padamu:
    setetes darah yang amis
    sekerat daging yang tawar
    sehelai rambut yang rapuh
    sepotong tulang yang lapuk
    dan sebaris napas yang cair
    – korban ini begitu sederhana

    biar kausandarkan aku di makam
    nenek moyangku
    pada batu nisan berlumut
    biar jiwaku berpaut
    lalu nanti kau tabur bunga
    dan serbuk kemenyan
    maka kuduslah segala yang kukandung

    Sekarang aku hendak pergi bertempur
    tubuhku masih pekat dengan lumpur
    biar kaubekali aku dengan sebaris napasmu
    dengan sebelah tanganmu dan sehelai rambutmu
    sebelum aku mati dipantang
    esok akan kuraih kemenangan
    dan terbit kembali di hari kebangkitan

    ya akulah abdimu

    Desember 1979

    Unduh naskah (PDF)
  6. Ketika kata-kata berhamburan dari layar kaca
    Aku tak bisa melindunginya dari sepi, yang bisa
    membuatnya berduka

    Ketika kata-kata berhamburan dari layar kaca
    Aku tak bisa melindunginya dari dengki, yang bisa
    Menjadikannya belati dan melukai

    Ketika kata-kata berhamburan
    Aku harus menampung dalam keranjang kasih sayang
    Meletakkannya dalam baris-baris yang terang
    Menjauhkannya dari bayang-bayang
    Agar kegelapan tidak membuatnya kehilangan harapan

    Ketika kata-kata berhamburan
    Aku harus memberinya tinta berbeda
    Sebab hitam-putih berakhir pedih
    Sedang Cinta harus diselamatkan
    dengan huruf-huruf aneka warna.

    Bekasi, April 2022

    Unduh naskah (PDF)
  7. Inilah sebagian dari mimpi
    yang mestinya terjadi
    dulu waktu sekolah,
    ketika seorang dari kita
    membiarkan rambutnya terurai
    membaringkan tubuh
    di atas pasir,
    atau berenang ke tengah
    tatkala dari seorang kita
    mengejarnya sambil terengah-engah.

    Inilah sebagian dari mimpi
    yang mestinya terjadi
    semasa antara kita ada janji,
    ketika berangkat dewasa
    lalu pergi ke Jakarta.

    Inilah sebagian derita kita—sayang
    Bencana perang datang
    Terlalu banyak kita kehilangan:
    aku telah kehilangan kau
    dan kau sia-sia menungguku.
    Hari ini mari kita bayangkan, kenangkan
    dan hapuskan noda-noda karena perang
    Buatlah seakan langit pernah menyaksikan
    adanya kegembiraan—antara kita
    dulu, andaikan pernah jalan bersama
    di pantai Pangandaran.

    Pangandaran Januari ‘73

    Unduh naskah (PDF)
  8. Dari celah-celah hatiku yang kelam
    kutatap bintang timur
    planet besar itu
    jauh dan kecil
    terpencil
    Diriku
    mungkinkah sama besar
    dengan debu dibelah seribu
    di hadapanMu?
    Dan aku pun sangsi
    adakah jasad kecil ini
    berfungsi dalam keseimbangan alam
    dan planet-planetMu?

    Kutatap bintang itu
    terpencil
    jauh dan kecil
    Dan aku pun makin yakin
    akan kebesaranMu
    Maha Perkasa tiada tara
    penggembala planet-planet jagat raya
    Namun aku pun makin sangsi

    Adakah makhluk kecil ini
    doa-doa
    serta bisik hatinya
    bisa menerobos ruang
    menghilangkan jarak
    padaMu
    yang bertempat tiada tentu?

    Tuhanku
    aku pun merayap-rayap
    dalam gelap

    Unduh naskah (PDF)
  9. siapa berjejak tinggalkan pijak siapa bernada tinggalkan suara
    siapa beraja tinggalkan tahta siapa beliau tinggalkan kicau

    begitulah negeri tak berpisau tapi silau dipandang para pendatang
    berabad-abad di babad diperah berdarah-darah
    setiap yang datang tak pulang-pulang
    setiap yang pergi tak kembali lagi
    setiap menggali berulang lagi
    setiap mendulang berulang-ulang

    gerau rimau tersuruk di rimba-rimba dipukau mata gergaji riak
    minyak terpijak di bawah tanah dipompa tak henti
    desah kimah di lembah menghisap limbah berjuta kali ikan-ikan
    berlompatan ke permukaan disebab pukat tak henti

    ombak pun mengejar
    ombak yang kukejar dari natuna ke selat malaka
    di pantai-pantai nyiur tak lagi melambai dipukau
    airmata nelayan yang berurai keruh laut karena
    dikeruk pasirnya limbah pun diserak di riak
    ombak
    teripang dan udang tak bertumbuh ditimpa cemas

    legenda riau
    tak tercatat di sejarah
    tertimbun igau
    tak sudah-sudah

    Pangkalan Kerinci, Februari 2006

    Unduh naskah (PDF)
  10. Melalui kaca jendela yang lembab
    oleh isak tangis musim kini
    aku telentang memandang cakrawala
    yang mendung berkabung

    bayang-bayang yang akrab
    bagai malaikat bersayap
    bertelekan atas genting-genting atap
    berbisik manja:
    masihkah nyanyian hari ini
    berjalan seperti seabad lewat
    diiringi kecapi
    dengan tali dari usus-usus yang tak berisi
    bersulingkan bambu runtuhan rumah
    yang dimakan banjir di seluruh wilayah

    bayang-bayang itu kemudian bersenandung
    semakin samar semakin sumbang
    dan hilang
    hanya desis hujan yang rata
    di atap-atap renta

    Unduh naskah (PDF)
  • SD
  • SMP–SMA
  • Kelompok 3–5 orang
  • Penyisihan daring

Cabang ini memperlombakan tari kreasi Nusantara, yakni tari yang mengembangkan kekayaan tradisi budaya daerah ke dalam bentuk garapan baru.

Ketentuan dan teknis

  1. Perlombaan bersifat daring.
  2. Peserta dibagi menjadi dua tingkat:
    1. SD atau sederajat
    2. SMP–SMA atau sederajat
  3. Peserta yang telah menjadi juara pada lomba OSEBI sebelumnya tidak diperkenankan untuk berpartisipasi mengikuti lomba tahun ini.
  4. Setiap sekolah diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim peserta tari.
  5. Judul dan sinopsis tari diserahkan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  6. Materi yang ditampilkan adalah tari kreasi yang bersumber pada tradisi daerah di wilayah nusantara.
  7. Tari ini dibawakan secara kelompok. Setiap kelompok terdiri dari minimal 3 (tiga) orang, maksimal 5 (lima) orang.
  8. Wajib memakai pakaian atau kostum tari sesuai dengan tarian yang dibawakan. Kostum dan rias disediakan oleh peserta dengan mempertimbangkan nilai-nilai kesopanan dan pakaian tertutup.
  9. Untuk kebutuhan musik pengiring atau instrumen tari disediakan oleh peserta masing-masing, panitia tidak menyediakan alat ataupun rekaman musik pengiring tarian.
  10. Pengambilan Video Lomba dilakukan dengan ketentuan berikut:
    1. Rekaman dilakukan dalam bentuk video (audio-visual).
    2. Video direkam dalam sekali pengambilan (one take).
    3. Kamera statis dari depan (tidak berpindah ke kanan/kiri).
    4. Mode rekaman menggunakan landscape (16:9).
    5. Resolusi video minimal 720p.
    6. Lokasi rekaman dapat dilakukan di dalam maupun di luar ruangan.
    7. Durasi pertunjukan setiap peserta maksimal 10 menit.
  11. Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  12. Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama Tim - Asal Sekolah - Kategori - Nama Tari
  13. Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3.

Kriteria penilaian

Konsep dan tema tarian
Keragaman gerak
Keserasian gerak
Penghayatan atau penjiwaan
Penampilan
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SMP

Ketentuan dan teknis

  1. Peserta adalah siswa tingkat SMP atau sederajat.
  2. Tema: "Warisan Budaya yang Kujaga"; cerita menghadirkan satu unsur budaya di Indonesia dan menggambarkan upaya tokoh untuk menjaganya.
  3. Naskah merupakan karya pribadi, bukan hasil rekayasa Kecerdasan Buatan atau AI (Artificial Intelligence).
  4. Naskah belum pernah dipublikasikan atau belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  5. Aturan Penulisan Naskah:
    1. Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
      1. Ukuran lembar A4
      2. Ketentuan font yang digunakan Times New Roman
      3. Ukuran font 12
      4. Jarak 1,5 spasi
      5. Penulisan align justify (rata kiri kanan), margin atas 3 cm, margin bawah 3 cm, margin kiri 4 cm, dan margin kanan 3 cm.
    2. Panjang cerpen minimal 3 halaman, maksimal 5 halaman.
    3. Naskah dilengkapi dengan:
      1. Lembar judul
        1. Kategori naskah (cerpen)
        2. Jenjang pendidikan (SMP/MTs)
        3. Judul naskah
        4. Nama peserta
        5. Nama sekolah
      2. Lembar biodata
        1. Judul naskah
        2. Nama peserta
        3. Tempat, tanggal lahir
        4. Nama sekolah peserta
        5. Alamat sekolah
        6. Alamat peserta
        7. Alamat email
        8. Nomor telepon
        9. Nomor handphone
    4. Sistematika Penulisan
      1. Urutan
        1. Lembar Judul
        2. Lembar Biodata
        3. Isi atau naskah cerpen
        4. Pernyataan Keaslian Karya (ditandatangani Siswa, Orang Tua, dan Pihak Sekolah)
      2. Cover, lembar judul, Lembar Biodata, dan pernyataan keaslian karya tidak diberi nomor halaman.
      3. Nomor halaman dimulai dari isi naskah dengan menggunakan angka romawi (1,2,3,4,5) pada pojok kiri bawah.

Kriteria penilaian

Kepadatan isi cerita (alur singkat, ringkas, dan terfokus pada satu peristiwa dalam kehidupan tokoh)
Keterbacaan dan ketepatan diksi (tata bahasa, tanda baca, kerapian paragraf, dan pilihan kata)
Kejelasan karakter tokoh (penggambaran, kekuatan, dan konsistensi karakter)
Kesesuaian unsur karya sastra (tema, pesan moral, alur, penokohan, latar, dan sudut pandang)
Kekhasan gaya penceritaan (orisinalitas, keunikan alur, struktur konflik, dan unsur kejutan)
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SMA

Ketentuan dan teknis

  1. Peserta adalah siswa tingkat SMA atau sederajat.
  2. Tema: "Bijak berkomunikasi di ruang digital"
  3. Naskah merupakan karya pribadi, bukan hasil rekayasa Kecerdasan Buatan atau AI (Artificial Intelligence).
  4. Naskah belum pernah dipublikasikan atau belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis.
  5. Apabila menggunakan sumber kutipan, naskah wajib disertai dengan menyebutkan sumber kutipan dan penulisan daftar pustaka.
  6. Aturan Penulisan Naskah:
    1. Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
      1. Ukuran lembar A4
      2. Ketentuan font yang digunakan Times New Roman
      3. Ukuran font 12
      4. Jarak 1,5 spasi
      5. Penulisan align justify (rata kiri kanan), margin atas 3 cm, margin bawah 3 cm, margin kiri 4 cm, dan margin kanan 3 cm.
    2. Panjang naskah esai minimal 3 halaman, maksimal 5 halaman.
    3. Naskah dilengkapi dengan:
      1. Lembar judul
        1. Kategori naskah (Esai)
        2. Jenjang pendidikan (SMA/Sederajat)
        3. Judul naskah
        4. Nama peserta
        5. Nama sekolah
      2. Lembar biodata
        1. Judul naskah
        2. Nama peserta
        3. Tempat, tanggal lahir
        4. Nama sekolah peserta
        5. Alamat sekolah
        6. Alamat peserta
        7. Alamat email
        8. Nomor telepon
        9. Nomor handphone
  7. Sistematika Penulisan
    1. Urutan
      1. Cover
      2. Lembar judul
      3. Isi atau naskah esai
      4. Daftar pustaka (jika ada)
      5. Lembar Biodata
      6. Pernyataan Keaslian Karya (ditandatangani Siswa, Orang Tua, dan Pihak Sekolah)
    2. Cover, lembar judul, Lembar Biodata, Daftar Pustaka, dan pernyataan keaslian karya tidak diberi nomor halaman.
    3. Nomor halaman dimulai dari isi naskah dengan menggunakan angka romawi (1,2,3,4,5) pada pojok kiri bawah.

Kriteria penilaian

Gagasan dan orisinalitas
Kekuatan argumen
Struktur dan koherensi
Kebahasaan
Kesesuaian tema
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SD kelas 4–6
  • SMP
  • Individu
  • Penyisihan daring

Kompetisi mendongeng bertujuan mengembangkan kemampuan peserta dalam menuturkan cerita rakyat, legenda, atau dongeng yang mengandung nilai-nilai pendidikan, moral, dan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan berbahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus melestarikan kekayaan tradisi lisan bangsa.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan tingkat sekolah:
    1. SD (kelas 4–6) atau sederajat
    2. SMP atau sederajat
  3. Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
  4. Materi dongeng dapat berupa cerita rakyat, fabel, legenda, atau dongeng kreasi baru yang mengandung nilai positif.
  5. Cerita wajib bebas dari unsur kekerasan, pembunuhan, perebutan kekuasaan, percintaan berlebihan, romantisme, dan perselingkuhan.
  6. Penyajian dilakukan secara individu dengan durasi 7–10 menit.
  7. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia.
  8. Tidak perlu ada kesimpulan atau pesan moral khusus di akhir dongeng.
  9. Sebutkan judul, penulis, dan ilustrator (jika ada) dari buku atau sumber cerita di awal atau akhir penampilan.
  10. Gunakan seragam sekolah tanpa riasan wajah; boleh menambah ornamen kostum sederhana yang mendukung cerita.
  11. Alat peraga diperbolehkan sebagai pendukung cerita, tetapi tidak diwajibkan dan tidak boleh digunakan sebagai dekorasi panggung.
  12. Boleh menampilkan kemampuan lain (menyanyi, menari, memainkan alat musik, dan lainnya) yang relevan dengan cerita, namun tidak diwajibkan, serta tidak menggunakan alat atau ruang yang berlebihan.
  13. Ketentuan pengambilan video (audio visual):
    1. Video direkam dalam format horizontal (landscape 16:9) dengan kualitas minimal HD (720p).
    2. Kamera berada pada posisi statis sehingga keseluruhan tubuh peserta terlihat jelas.
    3. Pencahayaan harus cukup agar ekspresi wajah, gerakan, dan properti tampak jelas.
    4. Audio harus jernih tanpa gangguan suara luar; tidak diperkenankan menggunakan dubbing, rekayasa suara, atau editing audio berlebihan.
    5. Latar belakang dibuat sederhana dan netral, tidak mengganggu fokus penampilan.
    6. Video harus merupakan hasil rekaman langsung (live performance), bukan hasil editing, pemotongan, atau penggabungan beberapa video.
    7. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu file video utuh sesuai durasi yang ditentukan.
  14. Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  15. Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama - Asal Sekolah - Kategori
  16. Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Kriteria penilaian

Penguasaan materi (pemahaman isi cerita dan pesan yang disampaikan)
20%
Teknik mendongeng (lafal, intonasi, tempo, artikulasi, serta variasi suara)
25%
Ekspresi dan penjiwaan (mimik wajah, gerak tubuh, serta kesesuaian emosi)
25%
Kreativitas (keunikan penyajian, cara membangun suasana, dan daya tarik cerita)
20%
Penampilan (sikap, penguasaan panggung, dan kerapian)
10%
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SD kelas 4–6
  • Manual, non-digital

Lomba Menggambar Ilustrasi Dongeng Nusantara merupakan cabang lomba Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (kelas IV–VI). Lomba ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, serta kemampuan siswa dalam menuangkan cerita rakyat, fabel, atau dongeng ke dalam bentuk karya visual. Peserta diharapkan mampu mengekspresikan kisah yang dipilih melalui gambar yang komunikatif, estetis, dan penuh makna, sehingga karya tidak hanya menonjolkan aspek teknis menggambar tetapi juga kemampuan literasi cerita.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta adalah SD (kelas 4–6) atau sederajat.
  3. Karya menggambarkan dongeng, fabel, legenda, atau cerita rakyat. Judul dan sumber cerita harus dicantumkan pada lembar karya (contoh: "Malin Kundang", Cerita Rakyat Sumatera Barat).
  4. Ketentuan menggambar:
    1. Media kertas: ukuran A3 (297 mm x 420 mm), dengan alat dan bahan bebas (crayon, pensil warna, spidol, cat air, atau kombinasi).
    2. Karya dibuat secara manual, orisinil, dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain.
    3. Peserta membuat karya di rumah atau sekolah dengan pengawasan guru atau orang tua.
    4. Identitas peserta (nama, sekolah, kelas) ditulis di bagian belakang karya.
    5. Hasil karya difoto atau di-scan dengan resolusi tinggi.
    6. Peserta wajib mengunggah:
      1. Foto atau scan hasil karya (format JPG/PNG).
      2. Video singkat dokumentasi proses pembuatan (1–2 menit, boleh time lapse) format 9:16 (story/reels format), resolusi minimal 720p.
  5. Unggah karya pada kolom yang sudah disediakan oleh panitia. Khusus untuk dokumentasi lomba diunggah pada YouTube pribadi peserta, tautannya akan diminta pada saat unggah karya.
  6. Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Kriteria penilaian

Kesesuaian tema dan cerita (karya mampu merepresentasikan dongeng atau cerita yang dipilih)
30%
Kreativitas dan imajinasi (keunikan ide, orisinalitas, dan inovasi dalam menggambarkan cerita)
30%
Komposisi dan teknik (keterampilan menggunakan media, kerapian, keseimbangan gambar, dan kesesuaian warna)
25%
Komunikasi visual (karya mudah dipahami, mampu menyampaikan alur atau isi cerita dengan jelas)
15%
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SMP
  • SMA

Lomba Desain Poster Digital OSEBI merupakan wadah bagi siswa SMP–SMA/SMK/sederajat untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitas melalui media seni digital. Dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia, peserta diajak untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap identitas budaya Indonesia, sekaligus mengasah sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi. Poster yang dihasilkan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga kekuatan pesan, relevansi tema, serta orisinalitas ide. Lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa seni, budaya, dan teknologi dapat bersinergi dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus mendorong inovasi yang bijak di era digital.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta adalah siswa tingkat SMP–SMA atau sederajat.
  3. Tema karya: "Warisan Budaya yang Kujaga". Peserta bebas menafsirkan sesuai kreativitas dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Indonesia.
  4. Teknis karya:
    1. Karya berupa poster digital dengan format JPG/PNG berukuran A3 (29,7 x 42 cm), resolusi minimal 300 dpi, ukuran berkas maksimal 10 MB.
    2. Poster dibuat menggunakan perangkat digital dengan aplikasi menggambar apa pun (misalnya Adobe Photoshop, Illustrator, CorelDraw, Krita, Procreate, Canva, dan sebagainya).
    3. Karya harus orisinal, bukan hasil jiplakan, plagiat, atau menggunakan template desain instan.
    4. Semua elemen visual dalam poster (seperti desain, gambar, foto, sketsa, maupun tata letak) harus dibuat sendiri oleh peserta. Tidak boleh menggunakan gambar atau aset siap pakai yang dibuat orang lain, seperti clipart, mockup, photo stock, atau image stock.
    5. Tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
    6. Tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, atau hal lain yang bertentangan dengan norma.
    7. Setiap karya wajib menyertakan judul dan deskripsi singkat (maks. 100 kata) tentang makna poster.
    8. Video singkat dokumentasi proses pembuatan (1–2 menit, boleh time lapse) format 9:16 (story/reels format), resolusi minimal 720p.
  5. Setiap peserta wajib menyertakan judul dan deskripsi singkat dari karya yang dibuat (maksimal 100 kata) yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami, dengan ketentuan:
    1. Judul singkat, menarik, dan mencerminkan isi poster.
    2. Berisi penjelasan ide atau gagasan utama dari karya.
    3. Menjelaskan keterkaitan karya dengan tema "Warisan Budaya yang Kujaga".
    4. Ditulis dalam bentuk paragraf singkat (bukan poin-poin).
    5. Orisinal, ditulis sendiri oleh peserta, tidak mengandung unsur SARA atau promosi komersial.
    6. Deskripsi tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
    7. Ditulis di MS. Word atau sejenisnya dengan format .PDF
    8. Ukuran A4, font Times New Roman 12 pt, 1,5 spasi, rata kanan dan kiri, minimal 1 halaman.
  6. Unggah karya pada kolom yang sudah disediakan oleh panitia. Khusus untuk dokumentasi lomba diunggah pada YouTube pribadi peserta, tautannya akan diminta pada saat unggah karya.
  7. Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1, 2, dan 3.

Kriteria penilaian

Orisinalitas dan kreativitas
Kesesuaian tema
Komunikasi visual
Estetika dan teknik
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
  • SMA
  • Individu
  • Penyisihan daring

Lomba Monolog merupakan ajang unjuk kemampuan seni peran individu, di mana peserta menampilkan sebuah pertunjukan monolog dengan penghayatan karakter, pengolahan naskah, vokal, gerak, dan ekspresi yang kuat. Melalui monolog, peserta diajak mengasah kreativitas, sensitivitas sosial, serta daya imajinasi dalam menghidupkan tokoh yang diperankan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni teater, melatih kepercayaan diri, dan menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif, artistik, serta inspiratif di hadapan audiens.

Ketentuan dan teknis

  1. Penyisihan bersifat daring.
  2. Peserta adalah siswa tingkat SMA atau sederajat.
  3. Naskah monolog boleh berupa karya orisinal peserta atau guru maupun adaptasi dari naskah yang sudah ada, dengan tetap mencantumkan sumber atau penulis.
  4. Tema monolog bebas, namun dianjurkan mencerminkan nilai kemanusiaan, pendidikan, atau isu sosial yang relevan; pertunjukan monolog tidak mengandung unsur pornografi ataupun SARA.
  5. Properti, kostum, dan musik pengiring diperbolehkan sepanjang mendukung penampilan, tidak mengganggu dan berbahaya.
  6. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia. Idiom atau ungkapan dari bahasa daerah diperbolehkan untuk memperkuat ekspresi, namun tidak boleh mendominasi keseluruhan naskah.
  7. Ketentuan pembuatan video penampilan:
    1. Direkam secara langsung (tanpa dubbing) dalam format audio visual.
    2. Mode rekaman landscape (16:9), resolusi minimal 720p.
    3. Menampilkan suara asli peserta dengan kualitas jernih, tanpa proses editing, tanpa jasa rekaman studio, dan tidak sedang digunakan untuk lomba lain.
    4. Perekaman dilakukan dalam ruangan yang tenang, bebas dari kebisingan, dengan jarak yang memungkinkan suara terekam jelas.
    5. Latar belakang tidak mengganggu pandangan dan pencahayaan terang (tidak redup).
    6. Rekaman dilakukan sekali ambil (tanpa pengulangan antara vokal dan visual).
    7. Durasi penampilan minimal 7 menit dan maksimal 12 menit.
  8. Setiap peserta wajib melampirkan naskah monolog dan deskripsi singkat yang dikirimkan bersamaan dengan video penampilan. Format deskripsi sebagai berikut:
    1. Deskripsi tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
    2. Ditulis di MS. Word atau sejenisnya dengan format .PDF
    3. Ukuran A4, font Times New Roman 12 pt, 1,5 spasi, rata kanan dan kiri.
    4. Untuk deskripsi minimal 1 halaman.
    5. Urutan lampiran sebagai berikut:
      1. Judul Monolog dan nama peserta
      2. Biodata peserta
      3. Naskah monolog
  9. Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
  10. Lampiran diunggah pada kolom yang telah disediakan pada saat pendaftaran.
  11. Penulisan nama berkas lampiran dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama - Asal Sekolah - Kategori
  12. Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1, 2, dan 3.

Kriteria penilaian

Penghayatan dan penjiwaan
Vokal dan artikulasi
Gerak dan penguasaan panggung
Penafsiran naskah
Kesatuan penampilan
Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia

Wajib semua peserta

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

UKBI adalah tes standar kemahiran berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Kemendikdasmen RI. Seluruh peserta OSEBI 2027 wajib mengikutinya, dan hasilnya berkontribusi pada penilaian akhir di setiap cabang. Sertifikat UKBI diberikan kepada peserta dan pembimbing.

Simulasi UKBI
22 Oktober 2026
UKBI resmi
23 Oktober 2026
Penyelenggara
Badan Bahasa, Kemendikdasmen RI

Apresiasi

Penghargaan

Juara 1, 2, dan 3
Medali emas, perak, perunggu, dan tabungan pendidikan
Finalis peringkat 4–10
Honorable mention dan medali penghargaan

Menyanyi Solo, Membaca Puisi, Menulis Cerpen, Menulis Esai, Mendongeng, Ilustrasi Dongeng, Poster Digital, Monolog

Juara 1
Rp3.000.000
Juara 2
Rp2.000.000
Juara 3
Rp1.000.000

Tari Kreasi Nusantara

Juara 1
Rp4.000.000
Juara 2
Rp3.000.000
Juara 3
Rp2.000.000

Seluruh finalis juga menerima

  • Kurasi Pusat Prestasi Nasional
  • Sertifikat elektronik
  • Afiliasi olimpiade internasional

Sudah paham
aturannya?

Pendaftaran ditutup 15 Oktober 2026, 16.00 WIB

Daftar OSEBI 2027

Pendaftaran daring. Satu peserta memilih satu cabang lomba.

competzy.