Agenda
Jadwal lengkap 2026 — 2027
- 15 Juli 2026
Pendaftaran dibuka
Registrasi peserta dibuka daring melalui osebi.competzy.com. Pilih cabang lomba dan jenjang pendidikan, lengkapi data diri dan sekolah.
- 15 Oktober 2026
Pendaftaran ditutup
Batas akhir pendaftaran peserta. Pastikan seluruh berkas dan pembayaran sudah dilengkapi sebelum tanggal ini.
- 17 Oktober 2026
Batas pengumpulan karyaTenggat
Tenggat terakhir unggah video penampilan atau karya lomba sesuai cabang yang dipilih.
- 20–31 Oktober 2026
Proses seleksi
Dewan juri menyeleksi seluruh karya yang masuk dari setiap cabang lomba.
- 22–23 Oktober 2026
UKBI
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia resmi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen RI. Wajib diikuti seluruh peserta.
- 7 November 2026
Pengumuman finalis
Panitia mengumumkan daftar peserta yang lolos ke babak final. Finalis wajib melakukan pendaftaran ulang sesuai jadwal.
- 7–21 November 2026
Pendaftaran ulang finalis
Finalis melakukan pendaftaran ulang dan melunasi biaya final. Berlaku juga untuk pendamping dan pembimbing.
- 14 Januari 2027
Tenggat berkas finalTenggat
Batas akhir pengunggahan berkas dan kelengkapan sebelum pelaksanaan Grand Final.
- 28 Januari 2027
Persiapan final
Hari persiapan dan gladi bersih. Finalis tiba di Jakarta dan melakukan orientasi venue.
- 29 Januari 2027
Grand Final OSEBI 2027
Babak final luring di Jakarta. Seluruh finalis tampil di hadapan dewan juri nasional.
- 30 Januari 2027
Penutupan dan penghargaan
Malam penganugerahan pemenang. Penyerahan medali, tabungan pendidikan, dan sertifikat kepada seluruh finalis.
- 31 Januari 2027
Fun trip
Wisata edukatif bersama seluruh finalis dan pembimbing sebagai penutup rangkaian. Sudah termasuk dalam biaya final.
Ketentuan umum
Persyaratan peserta
- 01
Warga Negara Indonesia yang aktif terdaftar di sekolah formal di Indonesia — bukan sanggar seni atau lembaga non-sekolah.
- 02
Aktif menempuh pendidikan jenjang SD hingga SMA atau sederajat (MI, MTs, MA, SMK, dan lainnya) pada tahun ajaran 2026/2027.
- 03
Peserta yang pernah menjadi juara (tiga besar) OSEBI pada tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lomba tahun ini.
- 04
Satu sekolah diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu peserta untuk setiap cabang lomba.
- 05
Setiap cabang meloloskan 10 finalis per kategori jenjang ke Grand Final; tiga di antaranya berhak atas gelar Juara 1, 2, dan 3.
- 06
Pendaftaran dilakukan daring melalui osebi.competzy.com. Seluruh berkas dan pembayaran diselesaikan melalui platform tersebut.
Biaya
Pendaftaran dan final
Tahap penyisihan · daring
- Menyanyi Solo, Membaca Puisi, Menulis Cerpen, Menulis Esai, Mendongeng, Ilustrasi Dongeng, Poster Digital, Monolog
- Rp175.000per orang
- Tari Kreasi Nusantara
- Rp250.000per tim
Sudah termasuk
- Sertifikat elektronik lomba
- Sertifikat UKBI
- Berlaku untuk peserta dan pembimbing
Babak Final · Jakarta · Januari 2027
Biaya Babak Final akan diinformasikan setelah pengumuman peserta yang lolos ke Babak Final.
Sebagai gambaran, berikut adalah biaya Babak Final OSEBI tahun sebelumnya:
- Finalis
- Rp1.700.000per peserta
- Tim Tari Kreasi Nusantara
- Rp5.500.000per tim
- Pembimbing atau pendamping
- Rp500.000per orang
Harga di atas merupakan biaya penyelenggaraan tahun sebelumnya dan dapat berbeda pada penyelenggaraan tahun ini.
Sudah termasuk
- Merchandise kit
- Konsumsi selama acara
- Pelatihan dan workshop
- Sertifikat
- Akomodasi
- Fun trip
Ketentuan teknis
Sembilan cabang lomba
Pilih cabang untuk membaca ketentuan dan kriteria penilaiannya.
Kompetisi ini merupakan ajang perlombaan menyanyi tunggal (solo) yang menampilkan kemampuan vokal individu dalam membawakan lagu dengan teknik, penghayatan, dan penjiwaan.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat sekolah:
- SD (kelas 4–6) atau sederajat
- SMP atau sederajat
- SMA atau sederajat
- Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
- Peserta yang telah menjadi juara (3 besar) pada lomba tahun sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti lomba tahun ini.
- Lagu pada babak penyisihan dipilih dari daftar lagu yang sudah ditetapkan panitia (lagu pop).
- Ketentuan pembuatan video penampilan:
- Direkam secara langsung (tanpa dubbing) dalam format audio visual.
- Mode rekaman landscape (16:9), resolusi minimal 720p.
- Menampilkan suara asli peserta dengan kualitas jernih, tanpa proses editing, tanpa jasa rekaman studio, dan tidak sedang digunakan untuk lomba lain.
- Perekaman dilakukan dalam ruangan yang tenang, bebas dari kebisingan, dengan jarak yang memungkinkan suara terekam jelas.
- Posisi kamera di depan peserta dan menampilkan seluruh tubuh agar gesture dapat terlihat.
- Latar belakang polos dengan pencahayaan terang (tidak redup).
- Rekaman dilakukan sekali ambil (tanpa pengulangan antara vokal dan visual).
- Peserta wajib menggunakan musik pengiring (live musik, MP3 karaoke, atau MIDI). Volume musik pengiring harus seimbang dan tidak menutupi suara vokal.
- Durasi penampilan maksimal 7 menit untuk satu lagu.
- Tidak diperkenankan menggunakan mikrofon (baik handycam, clip on, condenser, headset, dan sejenisnya).
- Pakaian peserta harus rapi dan sopan sesuai kebutuhan penampilan.
- Untuk final akan diambil 10 peserta, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3.
- Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta (tidak diperkenankan menggunakan Google Drive, atau penyimpanan sejenisnya), kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Judul dan nama berkas video harus menggunakan format: OSEBI 2027 - Nama Peserta - Judul Lagu (penyanyi asli)
Kriteria penilaian
- Kualitas vokal
- Penjiwaan
- Teknik menyanyi
- Improvisasi
- Penampilan
- Kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI)
Kegiatan ini melombakan penampilan baca puisi secara perseorangan dengan naskah wajib yang telah ditetapkan panitia. Tujuannya, peserta mampu menampilkan puisi tersebut dengan penghayatan dan pemaknaan yang mendalam, sebagai wujud apresiasi terhadap karya penyair sekaligus penyampaian pesan yang terkandung di dalamnya.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat sekolah:
- SD (kelas 4–6) atau sederajat
- SMP atau sederajat
- SMA atau sederajat
- Jenis penampilannya berupa baca puisi (membaca naskah) atau deklamasi puisi.
- Materi puisi: puisi karya sastrawan Indonesia yang sudah ditentukan panitia (lampiran).
- Aturan pembuatan video penampilan:
- Video direkam dengan menampilkan seluruh ekspresi dan gestur peserta.
- Pengambilan video hanya dari tampak depan atau satu sudut.
- Dilakukan dengan cara sekali rekam tanpa digital editing (dubbing, penambahan tulisan/logo sekolah, penambahan audio).
- Mode video landscape (16:9) dengan resolusi minimal 720p.
- Suara penampilan harus jelas (kualitas suara baik) dan tidak terganggu oleh suara lain.
- Peserta dilarang menggunakan mikrofon.
- Video bersifat orisinal dan terbaru, belum pernah dipublikasikan atau digunakan dalam lomba lain.
- Pakaian atau kostum peserta pada babak penyisihan berupa batik (bukan seragam sekolah) yang sopan dan rapi.
- Waktu yang disediakan untuk menampilkan puisi dalam format video berdurasi maksimal 7 menit.
- Sebelum membacakan puisi, peserta wajib menyebutkan secara lisan di awal video (dalam rekaman yang sama, bukan tambahan editan): nama lengkap, asal sekolah, "OSEBI 2027", dan kategori jenjang. Contoh: "Saya [nama], dari [asal sekolah], peserta OSEBI 2027, kategori [SD/SMP/SMA]."
- Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 – Nama – Asal Sekolah – Kategori. Pada deskripsi di YouTube tambahkan format di atas dengan judul puisi yang dibawakan dan penciptanya.
- Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Kriteria penilaian
- Teknik membaca (kejelasan artikulasi dan ketepatan intonasi)
- Vokal (kesesuaian warna suara dengan puisi yang dibawakan)
- Gestur dan ekspresi (ketepatan mimik, gerak tubuh, dan kesesuaian dengan makna puisi)
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Daftar puisi
SD kelas 4–6
Kutegur wajahku
Yakinlah: ini bukan lukisan Nashar
Perahu bergerak,
berlayar.Mengabur tepi—damailah kegaduhan.
Angin lewat, berdesir
Dan sepi atas pasir.Pantai
Laut
Ombak
Cagar Alam
Inilah Pangandaran.
Siapa berani berenang
sampai Cijulang?Debur ombak—mengamuklah sepi
Unduh naskah (PDF)
Jejak-jejak kaki yang basah
Telah lama musnah.Kukenal duniamu yang lembut
ialah pantai subuh hari yang sayup
di atasnya fajar, menunggu di balik kabutDari pantaimu adakah kau tahu
akulah perahu
layar putih yang gemetar mengelana di laut
dalam kabutSepi di laut dan sendiri
Unduh naskah (PDF)
aku mengelana dan menanti
saat fajar mekar jadi matahari
hingga hilang di kabut
dan aku ke pantaimu merapat berpautDi danau ini
anak-anak alam
beterjunan
dan berkejaran
sepuas hati.Di danau ini
gerak-gerak alam
berkejaran
dan bersahutan
seindah puisi.Di danau ini
Unduh naskah (PDF)
gema suara alam
bersahutan
dan bersalaman
dalam hatikuGagak hitam
terbang malam
sayapnya mengembang
di udara lengangMerah dan bringas matanya
tapi tiada bulan buat ditatapnya
jalur-jalur caya
betapa dirindukannyaDosa apakah yang memberati tubuhnya?
Lidah terjulur dan nafasnya pengap-pengap
Ya, siapakah yang telah mengutuknya?Gagak hitam
Unduh naskah (PDF)
terbang malam
Ketika berteriak—
serak
suaranya dipantulkan dinding sepi
masuk telinganya sendiriAntara seribu gunung menjulang seribu rindu
Menghidupkan cinta di lima benuaBeribu bunga kuncup, mekar dan gugur
Dan pohon-pohon tak berdaun di sana
Di sini hutan-hutan menjulang
Menghadang cakrawala yang kian sayupDan di sini aku pada hari ini terbenam
Unduh naskah (PDF)
Dilulur rindu yang tertahan
Dalam hari-hari yang lengang
Dari cintaku yang dihangatkan rindu
Antara seribu gunung
Menjulang.Menuju kota impian
Aku menumpang kereta azan
Berdzikir sepanjang jalan dan bertakbir
Pada tiap Stasiun perhentianPernahkah kau pedulikan peluit kereta azan
Saat kereta tiba dan berangkat ke Stasiun berikutnya
Ketika pagi tiba, mungkin kau masih lena bermimpi
Di balik selimut tebal yang menyenyakkan
Kau sia-siakan kereta azan
Yang menjemputmu ke kota tujuanPada Stasiun subuh azan menebar hikmah Fajar
Pada Stasiun dzuhur azan menebar hikmah keberadaan
Pada Stasiun ashar azan menebar hikmah perjuangan
Pada Stasiun magrib azan menebar hikmah kemuliaan
Pada stasiun isya azan menebar hikmah kepasrahanBurung-burung mengepak mengikuti suara azan
Kupu-kupu menari dalam irama kumandang adzan
Angin musim bertiup mengusap kereta azan
Pohon-pohon menari dalam irama kereta azanSiapa yang tertinggal kereta azan
Akan tertangkup hidupnya dalam kegelapan
Tersuruk dalam habitat terendah kehidupan
Siapa tak mengenal peluit kereta azan
Akan mendengarnya bagai auman menakutkan
Padahal itu panggilan paling sempurna
Yang mengajak pada kebahagiaan2018
Unduh naskah (PDF)Burung dara di ranting kering
mengelus kilau bulunya
awan di atas seperti terbaring
merenung arah tujunyaburung dara melepas pandang
arah mana angin matinya
kalau sekali daun bergoyang
ia rindu akan jantannyaalangkah sunyi langit senja
dijaring sinar mentari tua
ujung hari betapa dukanyaalangkah sunyi hati menanti
Unduh naskah (PDF)
dijaring rindu seorang diri
ujung usia kian menepiwaktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku
Unduh naskah (PDF)
di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang
di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang harus berjalan di depanSenja musim hujan yang beku
Akan mengalir ke manakah angin
Selagi semua gapura malam tertutup
Bulan hanyut seperti perahu-perahu nelayan di laut dalam?
Dan kembali gerimis yang lebat
Bergerak dalam udara yang garang
Tapi di manakah pohon-pohon
Menggugurkan daun-daunnya yang penyap?
Dan ke manakah burung-burung
Yang gelisah, tak berumah, tak menyerah
Pada gelap dan dingin yang bakal
Merontokkan bulu-bulunya?
Bertarung dan menggerutu
Menghentakkan sayapnya yang kejangDan akal jadi apa
Unduh naskah (PDF)
Bintang-bintang yang tinggal dalam sepi rimba
Di luas angkasa?Apatah Dunia bagiku? Mungkin sebuah
rumah untuk sebentar waktu. Atau mungkin suatu
daerah pengembaraan asing
Tak ada rumahku, rumah kita. Kita baru bakal masuk ke sanaDan kebahagiaanku tiada lain
Selain mencintai rumah ini, mencintai kau
penghuninya. Moga-moga aku betah terus
di sini, sesampai waktuSedangkan penderitaanku adalah kecemasan seorang
Unduh naskah (PDF)
anak tersesat. Atau kecemasan pengembara yang menyandang kutuk
Berjalan dalam kabut
entah ke Kampung Halaman, entah ke Tempat Buangan
SMP dan SMA
sebatang pohon jati tua yang perkasa
tak kuasa menahan air matanya ketika
pohon-pohon di dekatnya kembali tiada
melepas jiwanya pada daun-daun mangga
ia tahu telah beribu pohon mendahuluinya
meninggalkan duka yang tak tercatat
pada berita-berita koran kotadi balik wajah-wajah yang putus asa
ia saksikan kepul asap yang terus mengudara
dan lumpur Lapindo yang terus menyembur
menenggelamkan apa saja. Mungkin juga
kota-kota di sekitarnya. Ia saksikan
masjid yang tinggal tampak menaranya
dan ribuan rumah yang terkubur luapannyaia saksikan ribuan anak zaman yang direnggut
mimpi-mimpi indahnya. terusir dari kegembiraan
masa kecil mereka. ia saksikan
orang-orang menanggul lumpur
tapi tak kuasa menahan
rembesan racunnyasebatang pohon jati tua yang perkasa
mulai menjalani hari-hari Samsara
karena racun lumpur mulai meresap
ke batang tubuhnya ia tinggal menunggu
saat tubuhnya layu dan menyusul
pohon-pohon lain terkubur waktu2011/2018
Unduh naskah (PDF)kalau aku Merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air air matamu, ibu, yang tetap lancar mengalirbila aku Merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada Mayang Siwalan memutihkan sari-sari Kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayaribu adalah gua pertapaanku
dan ibu lah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengertibila kasihmu ibarat Samudra
sempit lautan teduh
tempatku mandi mencuci mulut pada diri
tempatku berlayar menebar pukat dan melempar sauh
lokan lokan mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu Ibu yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmubila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang Ibu Tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang Bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku1966
Unduh naskah (PDF)Namaku Indonesia lahir dari daratan dan lautan
dengan aroma udara tropika
aku selalu berteriak merdeka dan tak mau tak merdeka
sudah berabad-abad tubuhku kerdil tertindih penjajahan
ibarat darah yang habis dicecap lintahAku lahir di antara gemerincing bambu runcing
dan dentum meriam besar di antara darah yang
bertumpah di mana-manaPanggil aku Indonesia jangan nama lainnya
bangsaku bangsa yang berbangsa-bangsa
bahasaku bahasa yang berbahasa-bahasa
bahwa nama suku bagian dari tubuh jagat rayaAkulah Indonesia
yang terbangun dari mimpi buruk peradaban
dan terdiri tegak di antara benua-benua
yang menegakkan tiang bendera di mana saja
aku berjalan melintasi zaman demi zaman
memerdekakan diri dari krisis panjang ekonomi dan kemanusiaan
memerdekakan diri dari segala yang menghimpit dan menyesakkanAku merdekakan diri agar pandemi tak berkepanjangan
agar anak-anak tetap menikmati udara yang jauh dari segala hama
dan masa depan benar-benar merdeka di tangan merekaKarangjati Bantul, Agustus 2022
Unduh naskah (PDF)“...hal-hal mengenai pemindahan kekoeasaan d..,
diselenggarakan dengan tjara seksama
dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” (1)Itu dulu
ketika orangorang dengan bambu runcing
meneriakkan kemerdekaan melawan mesiu
ketika penjajahan mencengkeram
selama berabadabad ituDan sekarang harus ku ceritakan
kepada anakanak
agar mereka tahu
bahwa semua
bukan sekadar dongeng masa lalu
sungguh, betapa mahalnya
mengibarkan bendera di langit biruMaka,
tak kubiarkan mereka dijajah waktu
dan merobek negeri sendiri
dengan cacimaki
antara yang tinggal di pulau sana
antara yang tinggal di pulau siniAku ingin anakanak
bernyanyi di halaman
melukis keindahan
di bawah langit yang sama
sebagai sebuah ruang merdeka
:
satu
yang beranekaBantul, Yogyakarta, 2018
Unduh naskah (PDF)
Penggalan teks proklamasiya akulah abdimu
dari kandung leluhurku Aku telah lahir
kubawa namanya dalam berkatmu
di tengah hutan memancar kesegaran
mata air yang berlinangdengan jari-jari perkasa
kauhembuskan napasku
dan kaualirkan darah
dalam tubuhku yang mungil
hingga sungai pun telah mengalir
dan bocah-bocah yang berbaris di tebingnya
bersorak gembiralalu ingin kupersembahkan padamu:
setetes darah yang amis
sekerat daging yang tawar
sehelai rambut yang rapuh
sepotong tulang yang lapuk
dan sebaris napas yang cair
– korban ini begitu sederhanabiar kausandarkan aku di makam
nenek moyangku
pada batu nisan berlumut
biar jiwaku berpaut
lalu nanti kau tabur bunga
dan serbuk kemenyan
maka kuduslah segala yang kukandungSekarang aku hendak pergi bertempur
tubuhku masih pekat dengan lumpur
biar kaubekali aku dengan sebaris napasmu
dengan sebelah tanganmu dan sehelai rambutmu
sebelum aku mati dipantang
esok akan kuraih kemenangan
dan terbit kembali di hari kebangkitanya akulah abdimu
Desember 1979
Unduh naskah (PDF)Ketika kata-kata berhamburan dari layar kaca
Aku tak bisa melindunginya dari sepi, yang bisa
membuatnya berdukaKetika kata-kata berhamburan dari layar kaca
Aku tak bisa melindunginya dari dengki, yang bisa
Menjadikannya belati dan melukaiKetika kata-kata berhamburan
Aku harus menampung dalam keranjang kasih sayang
Meletakkannya dalam baris-baris yang terang
Menjauhkannya dari bayang-bayang
Agar kegelapan tidak membuatnya kehilangan harapanKetika kata-kata berhamburan
Aku harus memberinya tinta berbeda
Sebab hitam-putih berakhir pedih
Sedang Cinta harus diselamatkan
dengan huruf-huruf aneka warna.Bekasi, April 2022
Unduh naskah (PDF)Inilah sebagian dari mimpi
yang mestinya terjadi
dulu waktu sekolah,
ketika seorang dari kita
membiarkan rambutnya terurai
membaringkan tubuh
di atas pasir,
atau berenang ke tengah
tatkala dari seorang kita
mengejarnya sambil terengah-engah.Inilah sebagian dari mimpi
yang mestinya terjadi
semasa antara kita ada janji,
ketika berangkat dewasa
lalu pergi ke Jakarta.Inilah sebagian derita kita—sayang
Bencana perang datang
Terlalu banyak kita kehilangan:
aku telah kehilangan kau
dan kau sia-sia menungguku.
Hari ini mari kita bayangkan, kenangkan
dan hapuskan noda-noda karena perang
Buatlah seakan langit pernah menyaksikan
adanya kegembiraan—antara kita
dulu, andaikan pernah jalan bersama
di pantai Pangandaran.Pangandaran Januari ‘73
Unduh naskah (PDF)Dari celah-celah hatiku yang kelam
kutatap bintang timur
planet besar itu
jauh dan kecil
terpencil
Diriku
mungkinkah sama besar
dengan debu dibelah seribu
di hadapanMu?
Dan aku pun sangsi
adakah jasad kecil ini
berfungsi dalam keseimbangan alam
dan planet-planetMu?Kutatap bintang itu
terpencil
jauh dan kecil
Dan aku pun makin yakin
akan kebesaranMu
Maha Perkasa tiada tara
penggembala planet-planet jagat raya
Namun aku pun makin sangsiAdakah makhluk kecil ini
doa-doa
serta bisik hatinya
bisa menerobos ruang
menghilangkan jarak
padaMu
yang bertempat tiada tentu?Tuhanku
Unduh naskah (PDF)
aku pun merayap-rayap
dalam gelapsiapa berjejak tinggalkan pijak siapa bernada tinggalkan suara
siapa beraja tinggalkan tahta siapa beliau tinggalkan kicaubegitulah negeri tak berpisau tapi silau dipandang para pendatang
berabad-abad di babad diperah berdarah-darah
setiap yang datang tak pulang-pulang
setiap yang pergi tak kembali lagi
setiap menggali berulang lagi
setiap mendulang berulang-ulanggerau rimau tersuruk di rimba-rimba dipukau mata gergaji riak
minyak terpijak di bawah tanah dipompa tak henti
desah kimah di lembah menghisap limbah berjuta kali ikan-ikan
berlompatan ke permukaan disebab pukat tak hentiombak pun mengejar
ombak yang kukejar dari natuna ke selat malaka
di pantai-pantai nyiur tak lagi melambai dipukau
airmata nelayan yang berurai keruh laut karena
dikeruk pasirnya limbah pun diserak di riak
ombak
teripang dan udang tak bertumbuh ditimpa cemaslegenda riau
tak tercatat di sejarah
tertimbun igau
tak sudah-sudahPangkalan Kerinci, Februari 2006
Unduh naskah (PDF)Melalui kaca jendela yang lembab
oleh isak tangis musim kini
aku telentang memandang cakrawala
yang mendung berkabungbayang-bayang yang akrab
bagai malaikat bersayap
bertelekan atas genting-genting atap
berbisik manja:
masihkah nyanyian hari ini
berjalan seperti seabad lewat
diiringi kecapi
dengan tali dari usus-usus yang tak berisi
bersulingkan bambu runtuhan rumah
yang dimakan banjir di seluruh wilayahbayang-bayang itu kemudian bersenandung
Unduh naskah (PDF)
semakin samar semakin sumbang
dan hilang
hanya desis hujan yang rata
di atap-atap renta
Cabang ini memperlombakan tari kreasi Nusantara, yakni tari yang mengembangkan kekayaan tradisi budaya daerah ke dalam bentuk garapan baru.
Ketentuan dan teknis
- Perlombaan bersifat daring.
- Peserta dibagi menjadi dua tingkat:
- SD atau sederajat
- SMP–SMA atau sederajat
- Peserta yang telah menjadi juara pada lomba OSEBI sebelumnya tidak diperkenankan untuk berpartisipasi mengikuti lomba tahun ini.
- Setiap sekolah diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim peserta tari.
- Judul dan sinopsis tari diserahkan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Materi yang ditampilkan adalah tari kreasi yang bersumber pada tradisi daerah di wilayah nusantara.
- Tari ini dibawakan secara kelompok. Setiap kelompok terdiri dari minimal 3 (tiga) orang, maksimal 5 (lima) orang.
- Wajib memakai pakaian atau kostum tari sesuai dengan tarian yang dibawakan. Kostum dan rias disediakan oleh peserta dengan mempertimbangkan nilai-nilai kesopanan dan pakaian tertutup.
- Untuk kebutuhan musik pengiring atau instrumen tari disediakan oleh peserta masing-masing, panitia tidak menyediakan alat ataupun rekaman musik pengiring tarian.
- Pengambilan Video Lomba dilakukan dengan ketentuan berikut:
- Rekaman dilakukan dalam bentuk video (audio-visual).
- Video direkam dalam sekali pengambilan (one take).
- Kamera statis dari depan (tidak berpindah ke kanan/kiri).
- Mode rekaman menggunakan landscape (16:9).
- Resolusi video minimal 720p.
- Lokasi rekaman dapat dilakukan di dalam maupun di luar ruangan.
- Durasi pertunjukan setiap peserta maksimal 10 menit.
- Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama Tim - Asal Sekolah - Kategori - Nama Tari
- Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai juara 1, 2, dan 3.
Kriteria penilaian
- Konsep dan tema tarian
- Keragaman gerak
- Keserasian gerak
- Penghayatan atau penjiwaan
- Penampilan
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Ketentuan dan teknis
- Peserta adalah siswa tingkat SMP atau sederajat.
- Tema: "Warisan Budaya yang Kujaga"; cerita menghadirkan satu unsur budaya di Indonesia dan menggambarkan upaya tokoh untuk menjaganya.
- Naskah merupakan karya pribadi, bukan hasil rekayasa Kecerdasan Buatan atau AI (Artificial Intelligence).
- Naskah belum pernah dipublikasikan atau belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis.
- Aturan Penulisan Naskah:
- Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
- Ukuran lembar A4
- Ketentuan font yang digunakan Times New Roman
- Ukuran font 12
- Jarak 1,5 spasi
- Penulisan align justify (rata kiri kanan), margin atas 3 cm, margin bawah 3 cm, margin kiri 4 cm, dan margin kanan 3 cm.
- Panjang cerpen minimal 3 halaman, maksimal 5 halaman.
- Naskah dilengkapi dengan:
- Lembar judul
- Kategori naskah (cerpen)
- Jenjang pendidikan (SMP/MTs)
- Judul naskah
- Nama peserta
- Nama sekolah
- Lembar biodata
- Judul naskah
- Nama peserta
- Tempat, tanggal lahir
- Nama sekolah peserta
- Alamat sekolah
- Alamat peserta
- Alamat email
- Nomor telepon
- Nomor handphone
- Lembar judul
- Sistematika Penulisan
- Urutan
- Lembar Judul
- Lembar Biodata
- Isi atau naskah cerpen
- Pernyataan Keaslian Karya (ditandatangani Siswa, Orang Tua, dan Pihak Sekolah)
- Cover, lembar judul, Lembar Biodata, dan pernyataan keaslian karya tidak diberi nomor halaman.
- Nomor halaman dimulai dari isi naskah dengan menggunakan angka romawi (1,2,3,4,5) pada pojok kiri bawah.
- Urutan
- Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
Kriteria penilaian
- Kepadatan isi cerita (alur singkat, ringkas, dan terfokus pada satu peristiwa dalam kehidupan tokoh)
- Keterbacaan dan ketepatan diksi (tata bahasa, tanda baca, kerapian paragraf, dan pilihan kata)
- Kejelasan karakter tokoh (penggambaran, kekuatan, dan konsistensi karakter)
- Kesesuaian unsur karya sastra (tema, pesan moral, alur, penokohan, latar, dan sudut pandang)
- Kekhasan gaya penceritaan (orisinalitas, keunikan alur, struktur konflik, dan unsur kejutan)
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Ketentuan dan teknis
- Peserta adalah siswa tingkat SMA atau sederajat.
- Tema: "Bijak berkomunikasi di ruang digital"
- Naskah merupakan karya pribadi, bukan hasil rekayasa Kecerdasan Buatan atau AI (Artificial Intelligence).
- Naskah belum pernah dipublikasikan atau belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis.
- Apabila menggunakan sumber kutipan, naskah wajib disertai dengan menyebutkan sumber kutipan dan penulisan daftar pustaka.
- Aturan Penulisan Naskah:
- Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
- Ukuran lembar A4
- Ketentuan font yang digunakan Times New Roman
- Ukuran font 12
- Jarak 1,5 spasi
- Penulisan align justify (rata kiri kanan), margin atas 3 cm, margin bawah 3 cm, margin kiri 4 cm, dan margin kanan 3 cm.
- Panjang naskah esai minimal 3 halaman, maksimal 5 halaman.
- Naskah dilengkapi dengan:
- Lembar judul
- Kategori naskah (Esai)
- Jenjang pendidikan (SMA/Sederajat)
- Judul naskah
- Nama peserta
- Nama sekolah
- Lembar biodata
- Judul naskah
- Nama peserta
- Tempat, tanggal lahir
- Nama sekolah peserta
- Alamat sekolah
- Alamat peserta
- Alamat email
- Nomor telepon
- Nomor handphone
- Lembar judul
- Naskah diketik di MS. Word atau sejenisnya dengan:
- Sistematika Penulisan
- Urutan
- Cover
- Lembar judul
- Isi atau naskah esai
- Daftar pustaka (jika ada)
- Lembar Biodata
- Pernyataan Keaslian Karya (ditandatangani Siswa, Orang Tua, dan Pihak Sekolah)
- Cover, lembar judul, Lembar Biodata, Daftar Pustaka, dan pernyataan keaslian karya tidak diberi nomor halaman.
- Nomor halaman dimulai dari isi naskah dengan menggunakan angka romawi (1,2,3,4,5) pada pojok kiri bawah.
- Urutan
Kriteria penilaian
- Gagasan dan orisinalitas
- Kekuatan argumen
- Struktur dan koherensi
- Kebahasaan
- Kesesuaian tema
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Kompetisi mendongeng bertujuan mengembangkan kemampuan peserta dalam menuturkan cerita rakyat, legenda, atau dongeng yang mengandung nilai-nilai pendidikan, moral, dan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan berbahasa Indonesia secara baik dan benar, sekaligus melestarikan kekayaan tradisi lisan bangsa.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan tingkat sekolah:
- SD (kelas 4–6) atau sederajat
- SMP atau sederajat
- Setiap sekolah dapat mengirimkan lebih dari satu peserta.
- Materi dongeng dapat berupa cerita rakyat, fabel, legenda, atau dongeng kreasi baru yang mengandung nilai positif.
- Cerita wajib bebas dari unsur kekerasan, pembunuhan, perebutan kekuasaan, percintaan berlebihan, romantisme, dan perselingkuhan.
- Penyajian dilakukan secara individu dengan durasi 7–10 menit.
- Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia.
- Tidak perlu ada kesimpulan atau pesan moral khusus di akhir dongeng.
- Sebutkan judul, penulis, dan ilustrator (jika ada) dari buku atau sumber cerita di awal atau akhir penampilan.
- Gunakan seragam sekolah tanpa riasan wajah; boleh menambah ornamen kostum sederhana yang mendukung cerita.
- Alat peraga diperbolehkan sebagai pendukung cerita, tetapi tidak diwajibkan dan tidak boleh digunakan sebagai dekorasi panggung.
- Boleh menampilkan kemampuan lain (menyanyi, menari, memainkan alat musik, dan lainnya) yang relevan dengan cerita, namun tidak diwajibkan, serta tidak menggunakan alat atau ruang yang berlebihan.
- Ketentuan pengambilan video (audio visual):
- Video direkam dalam format horizontal (landscape 16:9) dengan kualitas minimal HD (720p).
- Kamera berada pada posisi statis sehingga keseluruhan tubuh peserta terlihat jelas.
- Pencahayaan harus cukup agar ekspresi wajah, gerakan, dan properti tampak jelas.
- Audio harus jernih tanpa gangguan suara luar; tidak diperkenankan menggunakan dubbing, rekayasa suara, atau editing audio berlebihan.
- Latar belakang dibuat sederhana dan netral, tidak mengganggu fokus penampilan.
- Video harus merupakan hasil rekaman langsung (live performance), bukan hasil editing, pemotongan, atau penggabungan beberapa video.
- Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu file video utuh sesuai durasi yang ditentukan.
- Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Penulisan nama berkas dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama - Asal Sekolah - Kategori
- Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Kriteria penilaian
- Penguasaan materi (pemahaman isi cerita dan pesan yang disampaikan)
- 20%
- Teknik mendongeng (lafal, intonasi, tempo, artikulasi, serta variasi suara)
- 25%
- Ekspresi dan penjiwaan (mimik wajah, gerak tubuh, serta kesesuaian emosi)
- 25%
- Kreativitas (keunikan penyajian, cara membangun suasana, dan daya tarik cerita)
- 20%
- Penampilan (sikap, penguasaan panggung, dan kerapian)
- 10%
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Lomba Menggambar Ilustrasi Dongeng Nusantara merupakan cabang lomba Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar (kelas IV–VI). Lomba ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, serta kemampuan siswa dalam menuangkan cerita rakyat, fabel, atau dongeng ke dalam bentuk karya visual. Peserta diharapkan mampu mengekspresikan kisah yang dipilih melalui gambar yang komunikatif, estetis, dan penuh makna, sehingga karya tidak hanya menonjolkan aspek teknis menggambar tetapi juga kemampuan literasi cerita.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta adalah SD (kelas 4–6) atau sederajat.
- Karya menggambarkan dongeng, fabel, legenda, atau cerita rakyat. Judul dan sumber cerita harus dicantumkan pada lembar karya (contoh: "Malin Kundang", Cerita Rakyat Sumatera Barat).
- Ketentuan menggambar:
- Media kertas: ukuran A3 (297 mm x 420 mm), dengan alat dan bahan bebas (crayon, pensil warna, spidol, cat air, atau kombinasi).
- Karya dibuat secara manual, orisinil, dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain.
- Peserta membuat karya di rumah atau sekolah dengan pengawasan guru atau orang tua.
- Identitas peserta (nama, sekolah, kelas) ditulis di bagian belakang karya.
- Hasil karya difoto atau di-scan dengan resolusi tinggi.
- Peserta wajib mengunggah:
- Foto atau scan hasil karya (format JPG/PNG).
- Video singkat dokumentasi proses pembuatan (1–2 menit, boleh time lapse) format 9:16 (story/reels format), resolusi minimal 720p.
- Unggah karya pada kolom yang sudah disediakan oleh panitia. Khusus untuk dokumentasi lomba diunggah pada YouTube pribadi peserta, tautannya akan diminta pada saat unggah karya.
- Babak final diikuti 10 peserta per kategori. Dari jumlah tersebut, 3 peserta terbaik ditetapkan sebagai Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Kriteria penilaian
- Kesesuaian tema dan cerita (karya mampu merepresentasikan dongeng atau cerita yang dipilih)
- 30%
- Kreativitas dan imajinasi (keunikan ide, orisinalitas, dan inovasi dalam menggambarkan cerita)
- 30%
- Komposisi dan teknik (keterampilan menggunakan media, kerapian, keseimbangan gambar, dan kesesuaian warna)
- 25%
- Komunikasi visual (karya mudah dipahami, mampu menyampaikan alur atau isi cerita dengan jelas)
- 15%
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Lomba Desain Poster Digital OSEBI merupakan wadah bagi siswa SMP–SMA/SMK/sederajat untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan kreativitas melalui media seni digital. Dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia, peserta diajak untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap identitas budaya Indonesia, sekaligus mengasah sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi. Poster yang dihasilkan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga kekuatan pesan, relevansi tema, serta orisinalitas ide. Lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa seni, budaya, dan teknologi dapat bersinergi dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus mendorong inovasi yang bijak di era digital.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta adalah siswa tingkat SMP–SMA atau sederajat.
- Tema karya: "Warisan Budaya yang Kujaga". Peserta bebas menafsirkan sesuai kreativitas dengan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Indonesia.
- Teknis karya:
- Karya berupa poster digital dengan format JPG/PNG berukuran A3 (29,7 x 42 cm), resolusi minimal 300 dpi, ukuran berkas maksimal 10 MB.
- Poster dibuat menggunakan perangkat digital dengan aplikasi menggambar apa pun (misalnya Adobe Photoshop, Illustrator, CorelDraw, Krita, Procreate, Canva, dan sebagainya).
- Karya harus orisinal, bukan hasil jiplakan, plagiat, atau menggunakan template desain instan.
- Semua elemen visual dalam poster (seperti desain, gambar, foto, sketsa, maupun tata letak) harus dibuat sendiri oleh peserta. Tidak boleh menggunakan gambar atau aset siap pakai yang dibuat orang lain, seperti clipart, mockup, photo stock, atau image stock.
- Tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
- Tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, atau hal lain yang bertentangan dengan norma.
- Setiap karya wajib menyertakan judul dan deskripsi singkat (maks. 100 kata) tentang makna poster.
- Video singkat dokumentasi proses pembuatan (1–2 menit, boleh time lapse) format 9:16 (story/reels format), resolusi minimal 720p.
- Setiap peserta wajib menyertakan judul dan deskripsi singkat dari karya yang dibuat (maksimal 100 kata) yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami, dengan ketentuan:
- Judul singkat, menarik, dan mencerminkan isi poster.
- Berisi penjelasan ide atau gagasan utama dari karya.
- Menjelaskan keterkaitan karya dengan tema "Warisan Budaya yang Kujaga".
- Ditulis dalam bentuk paragraf singkat (bukan poin-poin).
- Orisinal, ditulis sendiri oleh peserta, tidak mengandung unsur SARA atau promosi komersial.
- Deskripsi tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
- Ditulis di MS. Word atau sejenisnya dengan format .PDF
- Ukuran A4, font Times New Roman 12 pt, 1,5 spasi, rata kanan dan kiri, minimal 1 halaman.
- Unggah karya pada kolom yang sudah disediakan oleh panitia. Khusus untuk dokumentasi lomba diunggah pada YouTube pribadi peserta, tautannya akan diminta pada saat unggah karya.
- Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1, 2, dan 3.
Kriteria penilaian
- Orisinalitas dan kreativitas
- Kesesuaian tema
- Komunikasi visual
- Estetika dan teknik
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Lomba Monolog merupakan ajang unjuk kemampuan seni peran individu, di mana peserta menampilkan sebuah pertunjukan monolog dengan penghayatan karakter, pengolahan naskah, vokal, gerak, dan ekspresi yang kuat. Melalui monolog, peserta diajak mengasah kreativitas, sensitivitas sosial, serta daya imajinasi dalam menghidupkan tokoh yang diperankan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni teater, melatih kepercayaan diri, dan menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif, artistik, serta inspiratif di hadapan audiens.
Ketentuan dan teknis
- Penyisihan bersifat daring.
- Peserta adalah siswa tingkat SMA atau sederajat.
- Naskah monolog boleh berupa karya orisinal peserta atau guru maupun adaptasi dari naskah yang sudah ada, dengan tetap mencantumkan sumber atau penulis.
- Tema monolog bebas, namun dianjurkan mencerminkan nilai kemanusiaan, pendidikan, atau isu sosial yang relevan; pertunjukan monolog tidak mengandung unsur pornografi ataupun SARA.
- Properti, kostum, dan musik pengiring diperbolehkan sepanjang mendukung penampilan, tidak mengganggu dan berbahaya.
- Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia. Idiom atau ungkapan dari bahasa daerah diperbolehkan untuk memperkuat ekspresi, namun tidak boleh mendominasi keseluruhan naskah.
- Ketentuan pembuatan video penampilan:
- Direkam secara langsung (tanpa dubbing) dalam format audio visual.
- Mode rekaman landscape (16:9), resolusi minimal 720p.
- Menampilkan suara asli peserta dengan kualitas jernih, tanpa proses editing, tanpa jasa rekaman studio, dan tidak sedang digunakan untuk lomba lain.
- Perekaman dilakukan dalam ruangan yang tenang, bebas dari kebisingan, dengan jarak yang memungkinkan suara terekam jelas.
- Latar belakang tidak mengganggu pandangan dan pencahayaan terang (tidak redup).
- Rekaman dilakukan sekali ambil (tanpa pengulangan antara vokal dan visual).
- Durasi penampilan minimal 7 menit dan maksimal 12 menit.
- Setiap peserta wajib melampirkan naskah monolog dan deskripsi singkat yang dikirimkan bersamaan dengan video penampilan. Format deskripsi sebagai berikut:
- Deskripsi tidak diperkenankan menggunakan aplikasi atau fasilitas AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan).
- Ditulis di MS. Word atau sejenisnya dengan format .PDF
- Ukuran A4, font Times New Roman 12 pt, 1,5 spasi, rata kanan dan kiri.
- Untuk deskripsi minimal 1 halaman.
- Urutan lampiran sebagai berikut:
- Judul Monolog dan nama peserta
- Biodata peserta
- Naskah monolog
- Video penampilan wajib diunggah ke akun YouTube pribadi masing-masing peserta, kemudian tautannya dibagikan kepada panitia pada saat pendaftaran.
- Lampiran diunggah pada kolom yang telah disediakan pada saat pendaftaran.
- Penulisan nama berkas lampiran dan judul YouTube disamakan, format sebagai berikut: OSEBI 2027 - Nama - Asal Sekolah - Kategori
- Final akan diambil 10 peserta tiap kategorinya, dan hanya 3 peserta yang berhak mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1, 2, dan 3.
Kriteria penilaian
- Penghayatan dan penjiwaan
- Vokal dan artikulasi
- Gerak dan penguasaan panggung
- Penafsiran naskah
- Kesatuan penampilan
- Kemampuan Pengetahuan Bahasa Indonesia
Wajib semua peserta
Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia
UKBI adalah tes standar kemahiran berbahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Kemendikdasmen RI. Seluruh peserta OSEBI 2027 wajib mengikutinya, dan hasilnya berkontribusi pada penilaian akhir di setiap cabang. Sertifikat UKBI diberikan kepada peserta dan pembimbing.
- Simulasi UKBI
- 22 Oktober 2026
- UKBI resmi
- 23 Oktober 2026
- Penyelenggara
- Badan Bahasa, Kemendikdasmen RI
Apresiasi
Penghargaan
- Juara 1, 2, dan 3
- Medali emas, perak, perunggu, dan tabungan pendidikan
- Finalis peringkat 4–10
- Honorable mention dan medali penghargaan
Menyanyi Solo, Membaca Puisi, Menulis Cerpen, Menulis Esai, Mendongeng, Ilustrasi Dongeng, Poster Digital, Monolog
- Juara 1
- Rp3.000.000
- Juara 2
- Rp2.000.000
- Juara 3
- Rp1.000.000
Tari Kreasi Nusantara
- Juara 1
- Rp4.000.000
- Juara 2
- Rp3.000.000
- Juara 3
- Rp2.000.000
Seluruh finalis juga menerima
- Kurasi Pusat Prestasi Nasional
- Sertifikat elektronik
- Afiliasi olimpiade internasional
